Kamis, 03 April 2014

Pentingkah Bisa Berbahasa daerah?

Sebagai anak perantauan yang tinggal di Jakarta, sebuah kota yang kebanyakan penduduknya berasal dari beragam tempat, gue agak prihatin sih ngeliat banyak anak muda jaman sekarang yang ga bisa bahasa daerah asalnya. Gimana bisa ngelestariin budayanya?

Kontra: emang semua orang yang bisa bahasa daerahnya udah pasti bisa melestarikan budayanya?

Pro: bahasa adalah lapis paling dasar dari sebuah budaya, dengan berbahasa daerah berarti kamu sedang membudidayakan budaya tersebut.

Apabila sebuah bahasa hilang maka kebudayaannya pun lambat laun akan menghilang.

Penelitian membuktikan lebih dari ribuan suku dan budaya di dunia ini telah punah karena telah kehilangan pengguna bahasanya.

Kontra: apakah yang bisa nari piring selalu bisa bahasa minang? Apakah hanya orang yang bisa berbahasa minang yang bisa menari piring? Enggak kan?

Pro: Ibaratnya ada 2 orang yang sedang membaca novel bagus yang sama, tapi yang satu novel berbahasa inggris dan yg satu lagi terjemahannya.

Orang yang pertama bisa bahasa inggris dan mengerti jalan cerita dengan baik jadi 'feel' dari novel tadi dapet, makanya dia bilang novel ini bagus.

Sedangkan yang kedua, dia ga bisa berbahasa inggris dan sayangnya novel ini diterjemahkan dengan kurang bagus jadi dia ga ngerti, trus dia bilang novelnya jelek.

Tarian itu sama seperti novel tadi, bisa melakukan gerakan saja belum cukup, si penari juga harus mengerti, bahkan itu pun masih kurang, dia juga harus memahami cerita tersebut agar pesan yang ingin disampaikan jelas. Sehingga penonton tidak menjadi seperti orang kedua yang membaca novel terjemahan tadi.

Kontra: walaupun gue ga bisa, tapi kan yang lainnya masih banyak yang bisa.

Pro: kalau semua orang berpikiran sama kayak gini gimana?

Jadi intinya sih bisa bahasa daerah itu sebenernya harus, karena nantinya akan diwariskan ke anak cucu kita.

Gue akan ngajarin anak gue bahasa minang, dan nanti bapaknya yang akan ngajarin dia bahasa prancis. Muehehehehe *ngayal babu* *mulai lost focus*

Yah beginilah kalo lagi nunggu sendirian, bosen, dan mati gaya. Semua perdebatan di atas cuma terjadi di dalam kepala gue. Hahahaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar